Langsung ke konten utama

BAB XI REKONSILIASI BANK

A. Pengertian Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi Bank dapat diartikan sebagai proses penyesuaian informasi catatan kas menurut perusahaan dan menurut bank.

Setiap akhir bulan, bank wajib menyampaikan laporan tentang perubahann saldo giro yang disebut dengan laporan bank. Laporan ini memuat informasi mengenai (1) saldo awal bulan, (2) saldo mutasi penambahan dan pengurangan saldo, (3) biaya administrasi bank seperti jasa giro dan biaya administrasi bank. 

Pencatatan pada kas perusahaan dan pencatatan pada rekening bank, seringkali terdapat perbedaan. Oleh karena itu perusahaan perlu membandingkan laporan bank dengan catatan kas perusahaan, apabila terdapat perbedaan maka perusahaan perlu membuat rekonsiliasi bank.
Image result for rekonsiliasi bank

Untuk melakukan rekonsiliasi bank, perusahaan harus mempunyai data catatan penerimaan dan pengeluaran kas. Berdasarkan data saldo awal dan mutasi kas akan diperoleh saldo pencatatan menurut perusahaan. 

Perusahaan akan menerima rekening koran yang berisikan mutasi pencatatan kas oleh bank. Rekonsiliasi dilakukan dengan membandingkan mutasi kas dalam catatan perusahaan dan mutasi kas dalam catatan rekening bank. Rekonsiliasi bank biasanya dibagi dalam dua bagian :
  1. Bagian bank, dimulai dengan saldo kas menurut rekening bank dan berakhir dengan saldo yang disesuaikan.
  2. Bagian perusahaan, dimulai dengan saldo kas menurut catatan perusahaan dan berakhir dengan saldo yang disesuaikan. Kedua jumlah saldo yang disesuaikan harus sama.

B. Penyebab Perbedaan Saldo
Perbedaan saldo menurut laporan bank dengan menurut saldo pencatatan perusahaan disebabkan oleh hal-hal berikut :
1. Cek yang masih beredar
Perusahaan mengeluarkan cek untuk pembayaran utang dagang kepada kreditur atau supplier. Perusahaan akan mencatat cek tersebut dalam pembukuan perusahaan sebagai pengurang kas atas giro di bank, sedangkan pihak kreditur/penerima cek belum tentu langsung mencairkan cek tersebut, sehingga bank belum mencatat pengeluaran cek tersebut (belum di debit oleh bank). 

Cek yang masih beredar akan mengoreksi (mengurangi) besarnya saldo kas di bank menurut rekening koran (catatan bank).

2. Desposit in Transit (Setoran dalam perjalanan)
Setoran perusahaan yang dilakukan pada saat akhir bulan atau akhir tahun. Perusahaan telah mencatat setoran tersebut, akan tetapi pihak bank belum mencatat karena melewati jam setor di bank (belum dikredit oleh bank). 

Setoran dalam perjalanan ini sifatnya akan mengoreksi (menambah) besarnya saldo kas dibank menurut rekening koran bank (catatan bank).

3. Cek kosong
Cek yang dikembalikan oleh bank karena tidak cukup dana ini akan mengoreksi (mengurangi) kembali besarnya saldo kas di bank menurut catatan kas perusahaan. 
Dalam pembukuan perusahaan (melalui jurnal koreksi), cek tidak cukup dana ini lalu akan dibebankan kembali ke pelanggan bersangkutan, yaitu dengan cara memumculkan kembali akun piutang usaha dan mengkredit akun kas di bank.

4. Wesel dan Bunga yang Ditagih Lewat Bank
Apabila ada tagihan piutang wesel dilakukan oleh bank, maka perusahaan baru akan mengetahui hasil penerimaan tagihan beserta bunganya pada awal bulan berikutnya, hal ini menyebabkan saldo kas pada bank bertambah tetapi perusahaan belum mencatatnya. 

Untuk itu perusahaan akan menambah saldo kas di bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Caranya adalah dengan mendebit akun kas di bank sebesar nilai nominal wesel tagih ditambah bunganya, dan mengkredit akun piutang wesel pelanggan bersangkutan (sebesar nilai nominal tadi) serta juga mengkredit akun pendapatan bunga atas wesel tagih tersebut.

5. Bunga bank atas Saldo Rekening (Jasa Giro)
Hasil pendapatan bunga oleh perusahaan belum mencatatnya, karena baru mengetahui jumlahnya di bulan berikutnya. Maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo kas di bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Caranya adalah dengan mendebit akun kas di bank dan mengkredit akun pendapatan bunga sebesar jasa giro yang diperoleh.

6. Biaya Jasa Bank.
Biaya-biaya ini meliputi biaya administrasi, biaya kliring, biaya penagihan piutang lewat bank, biaya cetak buku cek dan biaya lainnya yang dibebankan ke rekening nasabah sehubungan dengan pemanfaatan fasilitas atau jasa yang diberikan bank.
Perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan mengurangi saldo kas di bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Caranya adalah dengan mendebit akun beban administrasi lainnya dan mengkredit akun kas di bank sebesar biaya administrasi yang dibebankan.

7. Kesalahan dalam pencatatan
Jika jumlah tertentu telah salah dicatat oleh perusahaan, maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambahkan atau dikurangkan dari saldo kas di bank menurut catatan perusahaan, disertai dengan pembuatan jurnal koreksi.

Demikian juga jika jumlah tertentu salah pencatatan oleh pihak bank, maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambahkan atau dikurangkan dari saldo kas di bank menurut catatan bank, tanpa perlu membuat jurnal koreksi dalam pembukuan perusahaan.

Secara Ringkas Faktor yang mempengaruhi Rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

Bagi Perusahaan
A. Menambah saldo perusahaan
1. Penerimaan yang sudah dicatat oleh Bank tapi belum dicatat oleh perusahaan,       misalnya:
         - Hasil inkaso Bank
         - Jasa giro
         - Transfer Bank
2. Kesalahan perusahaan mencatat pengeluaran perusahaan terlalu besar
3. Kesalahan perusahaan mencatat penerimaan terlalu kecil

B. Mengurangi saldo perusahaan
1. Pengeluaran yang sudah dicatat oleh Bank tapi belum di catat oleh perusahaan, misal:
         - Biaya administrasi Bank
         - Cek ditempat
 2. Kesalahan perusahaan mencatat pengeluaran terlalu kecil
 3. Kesalahan perusahaan mencatat penerimaan terlalu besar
 4. Setoran cek tidak cukup dana/cek kosong

Bagi Bank
A. Menambah saldo Bank
1. Setoran atau penerimaan perusahaan yang sudah dicatat oleh perusahaan tapi belum dicatat oleh              Bank, misalnya:
         - setoran dalam proses
         - penerimaan tagihan belum disetor ke Bank
2. Kesalahan Bank mencatat pengeluaran perusahaan terlalu besar
3. Kesalahan Bank mencatat penerimaan perusahaan terlalu kecil

B. Mengurangi saldo Bank
1. Pengeluaran yang sudah dicatat oleh perusahaan tapi belum dicatat oleh Bank, misalnya: - cek                 dalam peredaran/cek beredar
2. Kesalahan Bank mencatat pengeluaran perusahaan terlalukecil
3. Kesalahan Bank mencatat penerimaan perusahaan terlalu besar.



Contoh 1:

PT. MasTra telah menerima rekening koran dari Bank Binakas per 31 Juli 2019 yang menunjukkan jumlah saldo sebesar Rp  12.200.000.

Pada tanggal 1 Juli 2019 perkiraan bank di buku besar PT. MasTra  menunjukkan saldo sebesar Rp. 11.250.000. Pada bulan Juli 2019 buku penerimaan kas menunjukkan jumlah sebesar Rp. 7.431.000. sedangkan buku pengeluaran kas menunjukkan jumlah sebesar Rp. 7.088.500. Data yang berhubungan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

1. Cek-cek yang beredar  sebesar Rp 1.800.000
    (Mengurangi saldo kas bank)
2. Telah dikredit oleh bank, jasa giro bulan Juli 2019 sebesar Rp  145.000
    (Menambah saldo kas perusahaan)
3. Cek Nomor 10203 sebesar Rp. 105.000 dicatat dalam laporan buku pengeluaran sebesar Rp.195.000.
    (Menambah saldo kas perusahaan)
4. Sedangkan cek nomor 10217 sebesar Rp  277.500 dibukukan sebesar Rp 7.500. Seluruhnya untuk           pembelian barang dagangan.
    (Mengurangi saldo kas perusahaan)
5. Setoran kas sebesar Rp 1.200.000 pada tanggal 31 Juli 2019 belum dicatat dalam rekening koran            bank karena kas bank sudah tutup.
    (Menambah saldo kas Bank)
6. Bank telah membebankan biaya administrasi bulan Juli 2019 sebesar Rp 7.500 dan ongkos buku cek       sebesar Rp 3.500. Jumlah tersebut belum dibukukan oleh PT.MasTra
     (Mengurangi saldo kas perusahaan)
7. Bank telah mengkredit rekening PT. MasTra atas kiriman uang sebesar Rp  7.196.000 yang diterima          dari pelanggan untuk melunasi hutangnya.
     (Menambah saldo kas perusahaan)
8. Setoran cek yang diterima dari PT. MasTra sebesar Rp 6.800.000 pada tanggal 28 Juli 2019 telah               ditolak karena saldo tidak mencukupi.
       (Mengurangi saldo kas perusahaan)
Diminta :

Buatlah Bank Rekonsiliasi per 31 Juli 2019 untuk menyesuaikan/ mencocokkan saldo menurut rekening koran dengan saldo menurut perkiraan bank.

a.   Laporan Rekonsiliasi Bank

b.  Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan.

Jawab:

a. Rekonsiliasi Bank



b. Jurnal Penyesuaian






Contoh 2:

Catatan PT KarimaSukses, saldo kas mereka Rp 2.000.00,-. Sedangkan berdasarkan rekening koran Bank CBA, saldo kas dari PT KarimaSukses adalah Rp 1.880.000,-. Data yang berhubungan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

1.        Cek yang masih dalam peredaran hingga tanggal 30 Desember 2021 adalah sebagai berikut:

  • Nomor 0612 senilai Rp 50.000,-.
  • Nomor 0712 senilai Rp 100.000,-.
  • Nomor 0912 Senilai Rp 300.000,-.

2.        Setoran Rp 600.000,- rupiah belum tercantum di dalam rekening koran Bank CBA.

3.   Bank CBA memberikan beban rekening giro perusahaan dengan memberlakukan biaya administrasi bank sebesar Rp 15.000,-dan transaksi tersebut baru diketahui pada tanggal 31 Desember 2021.

4.    Cek yang ditarik untuk PT KarimaSukses senilai Rp 1.550.000,-ternyata salah catat di bagian pembukuan perusahaan menjadi sebesar Rp 1.505.000,-

5.        Pada tanggal 28 Desember 2021 ada seorang pelanggan yang meminta kembali cek yang sudah dibayar pada perusahaan pada tanggal 27 Desember 2021, senilai Rp 100.000,- tersebut sudah disetorkan pada pihak bank dan sudah dicatat pada tanggal 29 Desember yang diperlakukan seperti cek kosong.

6.        Bank CBA sudah menagih piutang wesel perusahaan Rp 200.000,-yang baru diketahui pada tanggal 31 Desember 2021.

7.   Rekening koran yang dikeluarkan bank CBA menampilkan adanya pengurangan sebesar Rp 90.000,-untuk cek nomor 0412 yang semestinya adalah Rp 80.000,-.

Diminta :

Buatlah Bank Rekonsiliasi per 31 Juli 2021 untuk menyesuaikan/ mencocokkan saldo menurut rekening koran dengan saldo menurut perkiraan bank.

a. Laporan Rekonsiliasi Bank

b.  Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan.

Jawab:

a. Laporan Rekonsiliasi bank

b. Jurnal Penyesuaian




Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB I PENJUALAN ANGSURAN

PENGERTIAN PENJUALAN ANGSURAN Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya  dilaksanakan secara bertahap. Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, pejual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan. Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran. Untuk menghindari resiko karena pembeli tidak membayar dan supaya penjual tidak mengalami kerugian, maka biasanya saat membeli ada beberapa perjanjian, antara lain: 1.      Pada saat membeli disertai dengan meninggalkan jaminan ke penjual. 2.      Hak kepemilikan barang berpindah ke pembeli, kalau pembayarannya sudah lunas. Untuk mengurangi kemungkinan kerugian yang terjadi dalam pemilikan kembali, factor-faktor yang harus diperhatikan penjual : 1.      Besarnya pembayaran pertama (down payment). 2.      Jangka waktu pembayaran.                      ...

Bab XII Penerapan Ilmu Ekonomi dalam Kegiatan Usaha

Menerapkan Ilmu Ekonomi dalam Kegiatan Usaha Prinsip Ekonomi Semua tindakan ekonomi, apakah itu menghasilkan barang (kegiatan produksi), menyalurkan barang kepada pihak yang membutuhkan (kegiatan distribusi), atau menggunakan barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan (kegiatan konsumsi), harus selalu didasarkan pada prinsip ekonomi. Masalah pokok yang dihadapi semua orang adalah kelangkaan alat pemuas kebutuhan dibandingkan kebutuhan yang tak terbatas. Oleh karena itu, manusia harus pandai-pandai menentukan kebutuhan mana yang harus dipenuhi lebih dahulu dengan alat pemuas yang tersedia. Agar dapat membuat pilihan terbaik, manusia harus memerhatikan prinsip ekonomi.  Prinsip ekonomi dapat dijabarkan sebagai berikut. Dengan pengorbanan tertentu, manusia akan berusaha untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya. Untuk memperoleh hasil tertentu, manusia akan berusaha untuk melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya. Semua tindakan ekonomi, apakah itu menghasilkan barang (kegiat...

Bab VI Persamaan Dasar Akuntansi

A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi      Persamaan dasar akuntansi adalah catatan tentang perubahan unsur-unsur dasar posisi keuangan perusahaan (Harta, utang, dan modal) akibat adanya transaksi dan kejadian. Persamaan dasar akuntansi merupakan konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan (double entry) artinya setiap perusahaan pada satu akun akan mengakibatkan perubahan pada akun yang lain dalam jumlah yang sama, yang dinyatakan dalam rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:   HARTA = UTANG + MODAL (AKTIVA=KEWAJIBAN+EKUITAS) Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dinilai dengan uang yang terdiri dari Harta berwujud dan tak berwujud. Utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan kepada pihak ketiga sebagai akibat adanya transaksi masa lalu. Modal adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik atau hak pemilik atas perusahaan. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh perusahaan dalam kegiatan pemberian jasa kepada ...