Langsung ke konten utama

BAB XII HARGA POKOK PRODUKSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

A. Pengertian Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi adalah daftar biaya produksi yang harus dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu. Di dalamnya terkait dengan biaya pengadaan bahan baku, alat produksi, bahan pendukung produksi dan lain sebagainya.

Jika harga pokok ini sudah ketemu, pihak perusahaan akan lebih mudah untuk menentukan harga produk. Paling tidak, harga produk yang akan dijual sudah diperhitungkan secara cermat antara laba dan rugi yang bakal muncul dari penjualan yang dilakukan.
Menurut Susilowati (2009), harga pokok produksi adalah seluruh pembiayaan yang dibebankan pada produk dan jasa yang dapat diukur dalam bentuk uang yang akan diserahkan.


Lain lagi menurut Supriyono (2013), yang menyatakan kalau harga pokok produksi merupakan jumlah uang yang akan dibayarkan dalam rangka untuk memiliki produk atau jasa yang diperlukan perusahaan sebagai sarana untuk menghasilkan keuntungan.

Jika membaca dari pengertian di atas, bisa ditarik kesimpulan kalau definisi harga pokok produksi ialah akumulasi dari biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka menghasilkan produk/jasa yang akan dijual.

Harga pokok merupakan jumlah pengeluaran serta beban yang diterima oleh suatu perusahaan langsung atau tidak langsung, untuk menghasilkan nilai suatu barang atau jasa didalam kondisi tertrntu dan tempat dimana barang tersebut dapat digunakan atau dijual. Dari definisi harga pokok tersebut maka harga poko hanya dapat dihitung apabila dilakukan klasifikasi terhadap biaya-biaya yang dikelurkan,

B. Unsur Biaya Pokok Produksi

Produksi adalah biaya untuk mengolah bahan baku menjadi barang atau produk jadi, yang terdiri dari 3 elemen biaya, yaitu

1. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku (direct material) adalah biaya yang jumlahnya besar dalam rangka menghasilkan suatu jenis output. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan industri dapat diperoleh dari pembelian atau pengolahan sendiri

2. Biaya Tenaga Kerja

Biaya Tenaga kerja adalah upah atau kompensasi yang dibayarkan kepada tenaga kerja langsung yang berkerja di bagian produksi, tenaga kerja merupakan bagian yang langsung terlibat dalam proses produksi. Misalnya upah tukang pada perusahaan mebel, upah penjahit pada perusahaan garmen.

3. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik (factory overhead cost) adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang terdiri dari macam biaya yang semuanya tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada produk atau aktivitas lainnya dalam upaya perusahaan untuk merealisasi pendapatan

Harga pokok produksi dapat didefinisikan sebagai jumlah biaya produksi yang terdapat pada persediaan barang jadisebelum barang tersebut laku dijual.

Mengenai pemahaman harga pokok menurut, Winardi (1990 : 79) menjelaskan bahwa “Harga pokok adalah suatu produksi jumlah pengorbanan-pengorbanan, dapat diduga, dan kuantitatif dapat diukur berhubungan dengan proses produksi, yang dilakukan pada saat pertukaran dan dalam kebanyakan hal harus didasarkan atas nilai pengganti kesatuan-kesatuan nilai yang telah dikorbankan”.




C. Menghitung Harga Pokok Produksi

Ada beberapa tahap untuk menghitung Harga pokok produksi yang digunakan untuk perhitungan harga pokok produksi. Rumus harga pokok produksi untuk perhitungan diawali dengan menghitung bahan baku, biaya produksi, persediaan barang dan harga pokok penjualan. Berikut rumus yang bisa pakai sebagai metode atau cara menghitung suatu harga pokok produksi, yaitu:

Tahap 1: Menghitung Bahan Baku Yang Digunakan

Rumus untuk menghitung bahan baku yang digunakan adalah

Bahan Baku Yang Digunakan = Saldo awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku

Tahap 2: Menghitung Biaya Produksi

Rumus untuk menghitung biaya produksi adalah

Total biaya produksi = Bahan baku yang digunakan + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead produksi

Tahap 3: Menghitung Harga Pokok Produksi

Rumus untuk menghitung Harga Pokok Produksi adalah

Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + saldo awal persediaan barang dalam proses produksi – saldo akhir persediaan barang dalam proses produksi

Tahap 4: Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)

Rumus Menghitung HPP adalah Harga pokok produksi + Persediaan barang awal – persediaan barang akhir

Contoh I Menghitung Harga Pokok Produksi

PT. KeepSpirits adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pembuatan spare part kendaraan. Pada awal bulan Juni, PT. KeepSpirits memiliki persediaan bahan baku mentah sebesar Rp 6.000.000,-, bahan setengah jadi sebesar Rp 4.000.000,- dan persediaan spare part siap jual sebesar Rp 6.000.000,-.

Untuk proses produksi spare part di bulan Juni membeli persediaan bahan baku sebesar Rp 75.000.000,- dengan biaya pengiriman Rp 1.000.000,-.

Selama proses produksi, terdapat biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 15.000.000,- dan biaya pemeliharaan bahan mesin sebesar Rp 2.000.000,-. Pada akhir bulan juli terdapat sisa penggunaan bahan baku mentah sebesar Rp 3.000.000,-, sisa bahan setengah jadi sebesar Rp 2.000.000,- dan sisa sparepart siap jual sebesar Rp 5.000.000,-.

Berapakah Harga pokok produksi dan Harga Pokok Penjualan dari PT. KeepSpirits?

Untuk menghitung HPP diperlukan 4 tahap menghitung HPP seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Tahap 1:

Bahan Baku Yang Digunakan = Saldo awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku – Saldo Akhir Bahan Baku

Bahan Baku Yang Digunakan = 6.000.000 + (75.000.000 + 1.000.000) – 3.000.000 = 79.000.000

Tahap 2:

Total biaya produksi = Bahan baku yang digunakan + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead produksi

Total biaya produksi = 79.000.000+15.000.000 + 2.000.000 = 96.000.000

Tahap 3

Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + saldo awal persediaan barang dalam proses produksi – saldo akhir persediaan barang dalam proses produksi

Harga Pokok Produksi = 96.000.000 + 4.000.000 – 2.000.000 = 98.000.000

Tahap 4

HPP = Harga pokok produksi + Persediaan barang awal – persediaan barang akhir

=98.000.000 + 6.000.000 – 5.000.000 = 99.000.000

Dengan demikian, diperoleh Harga Pokok Produksi pada bulan Agustus adalah Rp 98.000.000,00 dan harga pokok penjualan (HPP) adalah Rp 99.000.000,00.

Contoh 2:

PT. SemangatPrima adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur pembuatan spare part kendaraan. Pada awal bulan Juni, PT. SemangatPrima memiliki persediaan bahan baku mentah sebesar Rp 12.000.000,-, bahan setengah jadi sebesar Rp 12.000.000,- dan persediaan spare part siap jual sebesar Rp 15.000.000,-.

Untuk proses produksi spare part di bulan Juni membeli persediaan bahan baku sebesar Rp 90.000.000,- dengan biaya pengiriman Rp 3.000.000,-.

Selama proses produksi, terdapat biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 25.000.000,- dan biaya pemeliharaan bahan mesin sebesar Rp 4.000.000,-. Pada akhir bulan juli terdapat sisa penggunaan bahan baku mentah sebesar Rp 8.000.000,-, sisa bahan setengah jadi sebesar Rp 8.000.000,- dan sisa sparepart siap jual sebesar Rp 9.000.000,-.

Berapakah Harga pokok produksi dan Harga Pokok Penjualan dari PT. SemangatPrima?
Jawab:






















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab III Persamaan Dasar Akuntansi

A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi      Persamaan dasar akuntansi adalah catatan tentang perubahan unsur-unsur dasar posisi keuangan perusahaan (Harta, utang, dan modal) akibat adanya transaksi dan kejadian. Persamaan dasar akuntansi merupakan konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan (double entry) artinya setiap perusahaan pada satu akun akan mengakibatkan perubahan pada akun yang lain dalam jumlah yang sama, yang dinyatakan dalam rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:   HARTA = UTANG + MODAL (AKTIVA=KEWAJIBAN+EKUITAS) Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dinilai dengan uang yang terdiri dari Harta berwujud dan tak berwujud. Utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan kepada pihak ketiga sebagai akibat adanya transaksi masa lalu. Modal adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik atau hak pemilik atas perusahaan. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh perusahaan dalam kegiatan pemberian jasa kepada ...

Bab I KONSEP INOVASI

A. Pengertian Inovasi Inovasi adalah proses menciptakan atau mengembangkan ide, produk, layanan, metode, atau sistem baru yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pengguna. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga dapat berupa penyempurnaan terhadap produk atau layanan yang sudah ada. Definisi Menurut Para Ahli Peter Drucker: Inovasi adalah alat khusus bagi wirausaha untuk memanfaatkan perubahan sebagai peluang. Everett Rogers: Inovasi merupakan gagasan, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh seseorang atau kelompok. Contoh Inovasi: Produk Lama Produk Inovasi Lampu pijar Lampu LED hemat energi Telepon kabel Smartphone Pembayaran tunai E-wallet/ QRIS Sepeda biasa Sepeda listrik B. Perbedaan Kreativitas dan Inovasi Meskipun sering digunakan bersamaan, kreativitas dan inovasi memiliki makna yang berbeda. Kreativit...

Bab II Design Thinking

A. Pengertian Design Thinking Design Thinking merupakan metode berpikir kreatif yang berpusat pada kebutuhan manusia (Human Centered Design) untuk menghasilkan solusi yang inovatif. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti: Google Apple IDEO Toyota Gojek Tokopedia Design Thinking membantu seseorang memahami masalah sebelum membuat solusi. Mengapa Menggunakan Design Thinking? Karena mampu menghasilkan solusi yang: ✔ Tepat sasaran ✔ Kreatif ✔ Inovatif ✔ Mudah diterapkan ✔ Sesuai kebutuhan pengguna Karakteristik Design Thinking Berpusat pada pengguna Kolaboratif Eksperimen Fleksibel Berbasis solusi Lima Tahapan Design Thinking 1. Empathize (Memahami Pengguna) Tujuan: Memahami kebutuhan pengguna melalui observasi dan wawancara. Contoh Siswa mengamati kantin sekolah. Masalah ditemukan: Tempat sampah penuh Antrian panjang Tidak ada pembayaran digital Teknik: Observasi Wawancara Dokumentasi 2. Define (Menentukan Masalah) Semua hasil observasi dirangkum menjadi masalah utama. ...