Langsung ke konten utama

Bab IV Siklus Akuntansi, Bukti Transaksi

A.  Siklus Akuntansi

1. Pengertian Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah serangkaian proses atau tahapan yang dilakukan secara sistematis untuk mengolah data transaksi keuangan menjadi informasi berupa laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Proses ini dimulai sejak terjadinya transaksi keuangan hingga penyusunan laporan keuangan dan penutupan pembukuan pada akhir periode akuntansi. Siklus akuntansi dilakukan secara berulang pada setiap periode akuntansi, misalnya setiap bulan, setiap triwulan, atau setiap tahun.

Dengan adanya siklus akuntansi, perusahaan dapat mengetahui kondisi keuangan dan hasil usaha secara akurat, sehingga memudahkan manajemen dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi kegiatan usaha.

2. Tahapan Siklus Akuntansi

Secara umum siklus akuntansi terdiri atas sembilan tahapan berikut.

1) Identifikasi dan Analisis Transaksi

Transaksi yang dicatat harus memenuhi syarat: memengaruhi posisi keuangan perusahaan, dapat dinilai dengan satuan uang, memiliki bukti transaksi yang sah.

Contoh transaksi:

Pemilik menyetor modal Rp30.000.000.

Membeli peralatan Rp5.000.000.

Membayar listrik Rp400.000.

Menerima pendapatan jasa Rp2.500.000.

2) Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal

Setelah transaksi dianalisis, langkah berikutnya adalah mencatat transaksi ke jurnal umum atau jurnal khusus.

Tujuan jurnal adalah mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu (kronologis).

3) Memposting ke Buku Besar

Posting adalah memindahkan data dari jurnal ke buku besar sesuai nama akun.

Tujuan posting:

  • mengetahui saldo setiap akun,
  • mempermudah penyusunan laporan keuangan.

4) Menyusun Neraca Saldo (Trial Balance)

Neraca saldo adalah daftar saldo seluruh akun dalam buku besar pada akhir periode.

Tujuan:

memeriksa keseimbangan saldo debit dan kredit, menjadi dasar penyusunan jurnal penyesuaian.

Jika jumlah debit sama dengan jumlah kredit, pencatatan secara matematis dianggap seimbang, meskipun masih perlu memastikan tidak ada kesalahan klasifikasi atau transaksi yang terlewat.

5) Menyusun Jurnal Penyesuaian

Pada akhir periode sering ditemukan akun yang harus disesuaikan agar mencerminkan kondisi sebenarnya.

Contohnya:

  • Penyusutan peralatan
  • Beban listrik yang masih harus dibayar
  • Perlengkapan yang telah dipakai
  • Pendapatan yang masih harus diterima
  • Pendapatan diterima di muka
  • Beban dibayar di muka

6) Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah jurnal penyesuaian diposting ke buku besar, perusahaan menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan.

Tujuannya:

  • memastikan saldo akun sudah benar,
  • menjadi dasar penyusunan laporan keuangan.

7) Menyusun Laporan Keuangan

Tahap terpenting dalam siklus akuntansi adalah menyusun laporan keuangan.

Laporan yang disusun meliputi:

a. Laporan Laba Rugi

b. Laporan Perubahan Modal

c. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

d. Laporan Arus Kas

e. Catatan atas Laporan Keuangan

8) Menyusun Jurnal Penutup

Setelah laporan keuangan selesai dibuat, akun nominal ditutup agar saldo kembali nol pada awal periode berikutnya.

Tujuannya agar periode akuntansi berikutnya dimulai dengan saldo akun nominal yang baru.

9) Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Tahap terakhir adalah membuat neraca saldo setelah penutupan.

Neraca saldo setelah penutupan menjadi dasar untuk memulai pencatatan pada periode akuntansi berikutnya.

C. Bagan Siklus Akuntansi



D. Bukti Transaksi

Di dalam akuntansi yang dimaksud dengan bukti transaksi adalah sebuah dokumen yang menjadi bukti bahwa sebuah transaksi telah dilaksanakan.

Bukti transaksi juga dapat diartikan sebagai dokumen yang dapat digunakan sebagai tanda bukti bahwa suatu transaksi telah dilaksanakan maupun bukti suatu pihak belum bertanggung jawabkan kewajiban pada pihak lainnya.

1. Jenis Bukti Transaksi

Dalam keuangan dan bisnis terdapat dua jenis bukti transaksi di perusahaan

1) Bukti Transaksi Internal

Ya itu bukti transaksi yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri tidak melibatkan pihak luar perusahaan. Contohnya adalah memo, transaksi gaji karyawan.

2) Bukti Transaksi Eksternal

Ya itu butuh transaksi yang terjadi dengan melibatkan pihak-pihak di luar perusahaan. Contohnya bukti transaksi pembelian bukti transaksi penjualan.

2. Manfaat bukti transaksi

  1. Mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas transaksi
  2. Menjadi dasar untuk mencatatkan akuntansi
  3. Mengurangi kesalahan dalam cabang barang maupun uang
  4. Menghindari duplikasi pada saat pengumpulan data keuangan

3. Macam-Macam Bukti Transaksi

1. Faktur Penjualan


Faktur penjualan dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli pada saat penawaran barang dan jasa. Faktor penjualan digunakan sebagai bukti transaksi yang dinyatakan bahwa barang atau jasa yang telah dibeli oleh seseorang secara kredit.

Fungsi Faktur Penjualan.
  1. Memberikan informasi mengenai barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen
  2. Memberikan informasi mengenai nilai tagihan dan Terminal pembayaran yang harus diproses pembayarannya pembayarannya oleh pembeli
  3. Sebagai dasar bukti jika terjadi kesalahan dalam pengiriman barang yang dilakukan oleh penjual agar pembeli dapat melakukan perbaikan kepada penjual
2. Nota Kredit

Nota kredit dibuat penjual sebagai bukti atas pengurangan piutang usaha karena ketidak kecocokan atau ada masalah pada kualitas barang sehingga harus direturn.
 Nota kredit dibuat oleh penjual. Nota kredit terdiri dari 2(dua) bagian yaitu asli dan tembusan. Nota kredit yang asli diberikan kepada pihak pembeli. Sedangkan bagan tembusannya disimpan oleh pihak penjual.

3. Bukti Penerimaan Kas

Bukti Kas masuk sebagai tanda bahwa perusahaan menerima uang tunai dari sumber eksternal seperti pelanggan, investor, maupun bank.

4. Faktur Pembelian
Adalah dokumen transaksi yang diberikan oleh pembeli untuk menyatakan setiap pemesanan atau pembelian. Dalam transaksi bisnis biasa juga disebut dengan purchase order sebagai dokumen yang menyatakan Apa saja barang atau jasa yang diminta oleh pembeli.

Fungsi faktur pembelian
  1. Sebagai bukti nyata transaksi karena tertampil detail barang dan jasa serta harganya 
  2. Sebagai bukti terakhir pembayaran yang harus dilunasi oleh pembeli sebagai bukti informasi saat melakukan penagihan 
  3. Sebagai dokumen yang sah untuk dapat melakukan pembukuan dalam akuntansi 
  4. Sebagai dokumen yang sah saat melakukan klaim dari pihak pembeli kepada penjual setiap barang atau jasa yang diberikan tidak sesuai dengan pesanan 
  5. Sebagai dokumen yang dapat menunjukkan keadaan persediaan barang terbaru setelah dilakukan pembelian

5. Nota Debit
Nota Debit adalah jenis dokumen yang diajukan sebagai bukti transaksi pengurangan hutang dalam suatu proses jual beli pada umumnya digunakan oleh seorang pelanggan ketika terdapat ketidaksesuaian maupun kerusakan pada barang dagangan yang dibeli

6. Bukti Pengeluaran Kas


Bukti kas keluar adalah dokumen pemerintahan saksi yang digunakan untuk mencara transaksi pengeluaran kas perusahaan. Pengeluaran tersebut dapat ditujukan pada pihak internal maupun eksternal perusahaan.

7. Voucher Kas Kecil




Petty cash adalah sejumlah dana yang dibentuk khusus untuk membayar pengeluaran kecil, tetapi rutin dan jumlahnya relatif kecil. Contoh petty cash dana konsumsi rapat, membayar perlengkapan kantor kecil, ongkos kirim, bunga, ongkos taksi dan pembelian kecil lainnya. 
Voucher kas kecil sebagai bukti penggunaan dana kas kecil.

8. Nota Kontan
Nota kontan adalah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh penjual setelah pembelinya melakukan pelunasan atas barang yang dibeli artinya tidak ada piutang antara penjual dan pembeli saat nota kontan dikeluarkan.

9. Bukti Memorial

Bukti memorial merupakan bukti transaksi intern dalam bentuk memo dari pejabat dalam perusahaan kepada bagian akuntansi, untuk mencatat suatu peristiwa atau keadaan yang bersifat intern.

Demikian materi bukti transaksi utama yang terjadi dalam proses bisnis perusahaan. Bukti transaksi sangat penting sebagai dasar pencatatan akuntansi di perusahaan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab III Persamaan Dasar Akuntansi

A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi      Persamaan dasar akuntansi adalah catatan tentang perubahan unsur-unsur dasar posisi keuangan perusahaan (Harta, utang, dan modal) akibat adanya transaksi dan kejadian. Persamaan dasar akuntansi merupakan konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan (double entry) artinya setiap perusahaan pada satu akun akan mengakibatkan perubahan pada akun yang lain dalam jumlah yang sama, yang dinyatakan dalam rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:   HARTA = UTANG + MODAL (AKTIVA=KEWAJIBAN+EKUITAS) Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dinilai dengan uang yang terdiri dari Harta berwujud dan tak berwujud. Utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan kepada pihak ketiga sebagai akibat adanya transaksi masa lalu. Modal adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik atau hak pemilik atas perusahaan. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh perusahaan dalam kegiatan pemberian jasa kepada ...

Bab I KONSEP INOVASI

A. Pengertian Inovasi Inovasi adalah proses menciptakan atau mengembangkan ide, produk, layanan, metode, atau sistem baru yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pengguna. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga dapat berupa penyempurnaan terhadap produk atau layanan yang sudah ada. Definisi Menurut Para Ahli Peter Drucker: Inovasi adalah alat khusus bagi wirausaha untuk memanfaatkan perubahan sebagai peluang. Everett Rogers: Inovasi merupakan gagasan, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh seseorang atau kelompok. Contoh Inovasi: Produk Lama Produk Inovasi Lampu pijar Lampu LED hemat energi Telepon kabel Smartphone Pembayaran tunai E-wallet/ QRIS Sepeda biasa Sepeda listrik B. Perbedaan Kreativitas dan Inovasi Meskipun sering digunakan bersamaan, kreativitas dan inovasi memiliki makna yang berbeda. Kreativit...

Bab II Design Thinking

A. Pengertian Design Thinking Design Thinking merupakan metode berpikir kreatif yang berpusat pada kebutuhan manusia (Human Centered Design) untuk menghasilkan solusi yang inovatif. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti: Google Apple IDEO Toyota Gojek Tokopedia Design Thinking membantu seseorang memahami masalah sebelum membuat solusi. Mengapa Menggunakan Design Thinking? Karena mampu menghasilkan solusi yang: ✔ Tepat sasaran ✔ Kreatif ✔ Inovatif ✔ Mudah diterapkan ✔ Sesuai kebutuhan pengguna Karakteristik Design Thinking Berpusat pada pengguna Kolaboratif Eksperimen Fleksibel Berbasis solusi Lima Tahapan Design Thinking 1. Empathize (Memahami Pengguna) Tujuan: Memahami kebutuhan pengguna melalui observasi dan wawancara. Contoh Siswa mengamati kantin sekolah. Masalah ditemukan: Tempat sampah penuh Antrian panjang Tidak ada pembayaran digital Teknik: Observasi Wawancara Dokumentasi 2. Define (Menentukan Masalah) Semua hasil observasi dirangkum menjadi masalah utama. ...