Langsung ke konten utama

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal Penerimaan Kas

Pengertian Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat kas yang diterima oleh suatu bisnis dari sumber manapun.
Sumber utama penerimaan kas dalam bisnis perusahaan adalah sebagai berikut 
  1. Penanaman modal oleh pemilik 
  2. Penjualan tunai 
  3. Penjualan aset dengan uang tunai 
  4. Penerimaan dari pelanggan atau penerimaan piutang 
  5. Bunga deviden atau sewa 
  6. Pinjaman dari individu bank atau lembaga keuangan lainnya
Bentuk jurnal penerimaan kas
Contoh Transaksi
1. Penerimaan Piutang dalam Periode Diskon

Berdasarkan data Perusahaan Piutang Toko Dhira sebesar Rp 33.000.000 dan pelunasan masih pada periode diskon, termin 1/10 net  30, maka transaksi dapat dicatat sebagai berikut:
Piutang        :                                            Rp 33.000.000         (Kredit)
Diskon        : 1% x Rp 33.000.000        =Rp       330.000 -      (Debit)
Kas  yang diterima                                   Rp 32.670.000         (Debit)

Pencatatan 1: Jurnal Penerimaan Kas

Pencatatan 2: Buku Pembantu Piutang

2. Penerimaan Kas dari Penjualan Aset

        Nilai kendaraaan pada neraca saldo                     Rp 160.000.000
        Depresiasi kendaraaan pada neraca saldo            Rp   50.000.000 -
        Nilai Kendaraan                                                   Rp 119.500.000
       
        Nilai Penjualan        : Rp 146.000.000
        Laba Penjualan        : Rp 146.000.000 - Rp 119.500.000
                                         : Rp 26.500.000


2. Penerimaan Kas dari Penjualan Barang Dagang Tunai







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab III Persamaan Dasar Akuntansi

A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi      Persamaan dasar akuntansi adalah catatan tentang perubahan unsur-unsur dasar posisi keuangan perusahaan (Harta, utang, dan modal) akibat adanya transaksi dan kejadian. Persamaan dasar akuntansi merupakan konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan (double entry) artinya setiap perusahaan pada satu akun akan mengakibatkan perubahan pada akun yang lain dalam jumlah yang sama, yang dinyatakan dalam rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:   HARTA = UTANG + MODAL (AKTIVA=KEWAJIBAN+EKUITAS) Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dinilai dengan uang yang terdiri dari Harta berwujud dan tak berwujud. Utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan kepada pihak ketiga sebagai akibat adanya transaksi masa lalu. Modal adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik atau hak pemilik atas perusahaan. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh perusahaan dalam kegiatan pemberian jasa kepada ...

Bab I KONSEP INOVASI

A. Pengertian Inovasi Inovasi adalah proses menciptakan atau mengembangkan ide, produk, layanan, metode, atau sistem baru yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pengguna. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga dapat berupa penyempurnaan terhadap produk atau layanan yang sudah ada. Definisi Menurut Para Ahli Peter Drucker: Inovasi adalah alat khusus bagi wirausaha untuk memanfaatkan perubahan sebagai peluang. Everett Rogers: Inovasi merupakan gagasan, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh seseorang atau kelompok. Contoh Inovasi: Produk Lama Produk Inovasi Lampu pijar Lampu LED hemat energi Telepon kabel Smartphone Pembayaran tunai E-wallet/ QRIS Sepeda biasa Sepeda listrik B. Perbedaan Kreativitas dan Inovasi Meskipun sering digunakan bersamaan, kreativitas dan inovasi memiliki makna yang berbeda. Kreativit...

Bab II Design Thinking

A. Pengertian Design Thinking Design Thinking merupakan metode berpikir kreatif yang berpusat pada kebutuhan manusia (Human Centered Design) untuk menghasilkan solusi yang inovatif. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti: Google Apple IDEO Toyota Gojek Tokopedia Design Thinking membantu seseorang memahami masalah sebelum membuat solusi. Mengapa Menggunakan Design Thinking? Karena mampu menghasilkan solusi yang: ✔ Tepat sasaran ✔ Kreatif ✔ Inovatif ✔ Mudah diterapkan ✔ Sesuai kebutuhan pengguna Karakteristik Design Thinking Berpusat pada pengguna Kolaboratif Eksperimen Fleksibel Berbasis solusi Lima Tahapan Design Thinking 1. Empathize (Memahami Pengguna) Tujuan: Memahami kebutuhan pengguna melalui observasi dan wawancara. Contoh Siswa mengamati kantin sekolah. Masalah ditemukan: Tempat sampah penuh Antrian panjang Tidak ada pembayaran digital Teknik: Observasi Wawancara Dokumentasi 2. Define (Menentukan Masalah) Semua hasil observasi dirangkum menjadi masalah utama. ...