Langsung ke konten utama

Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Pengertian Jurnal Pengeluaran kas 
Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang berfungsi untuk mencatat semua uang kas keluar, atau untuk mencatat transaksi yang menyebabkan uang kas keluar. 

Transaksi yang Mempengaruhi Pengeluaran Kas
1. Pembelian secara tunai 
    Misalnya kita mau beli barang dagang usaha, terus kita bayar secara tunai, artinya ada            uang yang kita keluarkan. Sehingga, uang yang keluar untuk membeli barang akan dicatat     dalam jurnal ini


2. Pembayaran utang dengan atau tanpa potongan pembelian

    Misal PT cahaya memiliki hutang kepada di Karima yang harus dibayarkan. Maka ketika      PT cahaya membayarkan hutang dia harus mengeluarkan sejumlah uang. Sehingga                 transaksi tersebut harus dicatat di jurnal pengeluaran kas. 

Atau misalnya PT cahaya harus membayar angsuran utang ke bank. Maka PT cahaya harus mengeluarkan sejumlah uang, yang dicatat di jurnal pengeluaran kas.

3. Pembayaran beban-beban

Misalnya untuk bayar tagihan listrik, gaji karyawan, atau untuk membayar beban lainnya. Sehingga, kas kita akan berkurang untuk membayar beban tersebut

4. Retur penjualan yang dilakukan secara tunai

Misal PT cahaya menjual barang dagangan kepada UD Karima secara tunai. Ternyata sebagian barang yang dijual mengalami kerusakan, sehingga uji Karimah mengembalikan sebagian barang yang rusak tersebut. Oleh karena itu PT cahaya harus mengembalikan sebagian uang yang sudah dibayarkan oleh UD Karima

Transaksi-transaksi di atas menyebabkan kas berkurang. Sehingga, transaksi seperti itulah yang masuk ke dalam jurnal khusus pengeluaran kas.

Bentuk Jurnal Pengeluaran Kas

Contoh Transaksi 1. Pengeluaran Kas karena pembayaran Utang Dagang dalam Masa Diskon

Berdasarkan data perusahaan besarnya utang yang harus dibayar kepada PT Charaka sebesar Rp 88.000.000. Dan mendapat diskon 2% karena pembayaran Masih pada periode diskon.

maka besarnya diskon yang diperoleh yaitu 2 % x Rp 88.000.000 = Rp 1.760.000

Maka dalam jurnal pengeluaran kas akan dicatat:

Utang dagang berkurang                      (D) Rp  88.000.000

Kas berkurang                                 (K) Rp  86.240.000

Potongan  pembelian  bertambah   (K) Rp  1.760.000


Pencatatan 1 : Jurnal Pengeluaran Kas



Karena uang PT Cahaya kepada PT Caharaka berkurang, maka harus di catat pada buku pembantu utang PT Charaka sebelah debet.

Pencatatan 2 : Buku Pembantu Utang




sss












Contoh Transaksi 2. Pengeluaran Kas karena pembayaran Utang Dagang Tidak pada Masa Diskon





Contoh Transaksi 3. Pengeluaran Kas karena pembayaran Beban
 
Pencatatan 1 : Jurnal Pengeluaran Kas

beban gaji bertambah (D) Rp 9.000.000

karena pada pembayaran beban gaji PPh bertambah (K) Rp 185.000

Kas berkurang (K) Rp 8.815.000






Contoh Transaksi 4. Pengeluaran Kas karena pembayaran Utang Bank


Utang bank berkurang (D) Rp 18.000.000

Beban bunga bertambah (K) Rp 1.800.000

Kas berkurang (K) Rp 19.800.000 (sebesar angsuran +bunga)



Contoh Transaksi 4. Pengeluaran Kas karena pembayaran Pajak



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab III Persamaan Dasar Akuntansi

A. Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi      Persamaan dasar akuntansi adalah catatan tentang perubahan unsur-unsur dasar posisi keuangan perusahaan (Harta, utang, dan modal) akibat adanya transaksi dan kejadian. Persamaan dasar akuntansi merupakan konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan (double entry) artinya setiap perusahaan pada satu akun akan mengakibatkan perubahan pada akun yang lain dalam jumlah yang sama, yang dinyatakan dalam rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:   HARTA = UTANG + MODAL (AKTIVA=KEWAJIBAN+EKUITAS) Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dinilai dengan uang yang terdiri dari Harta berwujud dan tak berwujud. Utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan kepada pihak ketiga sebagai akibat adanya transaksi masa lalu. Modal adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik atau hak pemilik atas perusahaan. Pendapatan adalah hasil yang diperoleh perusahaan dalam kegiatan pemberian jasa kepada ...

Bab I KONSEP INOVASI

A. Pengertian Inovasi Inovasi adalah proses menciptakan atau mengembangkan ide, produk, layanan, metode, atau sistem baru yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pengguna. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga dapat berupa penyempurnaan terhadap produk atau layanan yang sudah ada. Definisi Menurut Para Ahli Peter Drucker: Inovasi adalah alat khusus bagi wirausaha untuk memanfaatkan perubahan sebagai peluang. Everett Rogers: Inovasi merupakan gagasan, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh seseorang atau kelompok. Contoh Inovasi: Produk Lama Produk Inovasi Lampu pijar Lampu LED hemat energi Telepon kabel Smartphone Pembayaran tunai E-wallet/ QRIS Sepeda biasa Sepeda listrik B. Perbedaan Kreativitas dan Inovasi Meskipun sering digunakan bersamaan, kreativitas dan inovasi memiliki makna yang berbeda. Kreativit...

Bab II Design Thinking

A. Pengertian Design Thinking Design Thinking merupakan metode berpikir kreatif yang berpusat pada kebutuhan manusia (Human Centered Design) untuk menghasilkan solusi yang inovatif. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti: Google Apple IDEO Toyota Gojek Tokopedia Design Thinking membantu seseorang memahami masalah sebelum membuat solusi. Mengapa Menggunakan Design Thinking? Karena mampu menghasilkan solusi yang: ✔ Tepat sasaran ✔ Kreatif ✔ Inovatif ✔ Mudah diterapkan ✔ Sesuai kebutuhan pengguna Karakteristik Design Thinking Berpusat pada pengguna Kolaboratif Eksperimen Fleksibel Berbasis solusi Lima Tahapan Design Thinking 1. Empathize (Memahami Pengguna) Tujuan: Memahami kebutuhan pengguna melalui observasi dan wawancara. Contoh Siswa mengamati kantin sekolah. Masalah ditemukan: Tempat sampah penuh Antrian panjang Tidak ada pembayaran digital Teknik: Observasi Wawancara Dokumentasi 2. Define (Menentukan Masalah) Semua hasil observasi dirangkum menjadi masalah utama. ...