A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik mampu:
Menjelaskan pengertian biaya produksi.
Mengidentifikasi unsur-unsur biaya produksi.
Mengelompokkan biaya tetap dan biaya variabel.
Menghitung total biaya produksi.
Menghitung biaya per unit produk.
Menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi.
B. Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi adalah seluruh pengeluaran yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa.
Dalam kegiatan usaha, biaya produksi harus dihitung dengan tepat agar:
usaha tidak mengalami kerugian,
harga jual dapat ditentukan dengan benar,
keuntungan dapat diketahui.
Contoh:
Usaha membuat keripik pisang memerlukan:
bahan baku, minyak goreng, plastik kemasan, gas, tenaga kerja.
Semua pengeluaran tersebut disebut biaya produksi.
C. Tujuan Menghitung Biaya Produksi
Menentukan harga jual produk.
Mengetahui keuntungan atau kerugian.
Mengontrol pengeluaran usaha.
Membuat perencanaan produksi.
Menentukan efisiensi usaha.
D. Unsur-Unsur Biaya Produksi
1. Biaya Bahan Baku
Biaya untuk membeli bahan utama produk.
Contoh:
tepung, kayu,
kain, kabel listrik, besi.
2. Biaya Tenaga Kerja
Biaya untuk membayar pekerja yang terlibat dalam produksi.
Contoh:
upah harian, gaji pegawai produksi.
3. Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Biaya tambahan selain bahan baku dan tenaga kerja.
Contoh:
listrik, air, gas, transportasi, penyusutan alat, kemasan.
E. Jenis Biaya Produksi
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya yang jumlahnya tetap walaupun produksi berubah.
Contoh:
sewa tempat, gaji tetap, pajak usaha.
Ciri-ciri:
tidak berubah meski produksi sedikit atau banyak.
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya yang berubah sesuai jumlah produksi.
Contoh:
bahan baku, kemasan, bahan tambahan.
Ciri-ciri:
semakin banyak produksi, semakin besar biaya.
F. Rumus Menghitung Biaya Produksi
1. Total Biaya Produksi
Total Biaya Produksi=Biaya Tetap+Biaya Variabel
2. Biaya Produksi per Unit
Biaya per Unit=
Jumlah Produk
Total Biaya Produksi
G. Langkah-Langkah Menghitung Biaya Produksi
Langkah 1 — Menentukan Jumlah Produksi
Contoh:
Produksi keripik pisang sebanyak 100 bungkus.
Langkah 2 — Menghitung Biaya Bahan Baku
Bahan Jumlah Harga
Pisang 10 kg Rp100.000
Minyak goreng 5 liter Rp80.000
Bumbu - Rp20.000
Total bahan baku = Rp200.000
Langkah 3 — Menghitung Biaya Tenaga Kerja
Keterangan Biaya
Upah pekerja Rp100.000
Langkah 4 — Menghitung Biaya Overhead
Keterangan Biaya
Gas Rp25.000
Plastik kemasan Rp50.000
Listrik Rp25.000
Total overhead = Rp100.000
Langkah 5 — Menghitung Total Biaya Produksi
200000+100000+100000=400000
Total biaya produksi = Rp400.000
Langkah 6 — Menghitung Biaya per Produk
Produksi = 100 bungkus
100
400000
=4000
Biaya produksi per bungkus = Rp4.000
H. Menentukan Harga Jual
Harga jual biasanya ditambah keuntungan.
Contoh:
Keuntungan yang diinginkan = Rp2.000 per bungkus.
4000+2000=6000
Harga jual = Rp6.000 per bungkus.
I. Contoh Soal
Soal 1
Sebuah usaha membuat 50 gantungan kunci.
Biaya:
bahan baku = Rp150.000
tenaga kerja = Rp100.000
listrik dan kemasan = Rp50.000
Hitung:
Total biaya produksi
Biaya per unit
Jawaban
Total biaya produksi:
150000+100000+50000=300000
Biaya per unit:
50
300000
=6000
Jadi biaya produksi per gantungan kunci = Rp6.000
J. Latihan Peserta Didik
Tugas Individu
Hitung biaya produksi dari usaha berikut:
Produksi minuman cokelat sebanyak 80 cup.
Data biaya:
bubuk cokelat = Rp120.000
susu = Rp80.000
gula = Rp40.000
cup plastik = Rp60.000
tenaga kerja = Rp100.000
listrik dan air = Rp40.000
Tentukan:
Total biaya produksi
Biaya produksi per cup
Harga jual jika keuntungan Rp2.500 per cup
K. Kesimpulan
Biaya produksi adalah seluruh biaya untuk menghasilkan produk.
Unsur biaya produksi terdiri dari:
bahan baku,
tenaga kerja, overhead.
Biaya produksi dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
Perhitungan biaya produksi penting untuk menentukan harga jual dan keuntungan usaha.
L. Refleksi
Mengapa biaya produksi harus dihitung dengan teliti?
Apa akibatnya jika harga jual lebih rendah dari biaya produksi?
Bagaimana cara menekan biaya produksi agar usaha lebih untung?
Komentar
Posting Komentar