Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa mampu:
- Menentukan jenis dan jumlah produk
- Membuat desain/rancangan produk
- Menyusun proses kerja pembuatan prototipe
- Menghitung biaya produksi secara sederhana
A. Menetapkan Jenis dan Jumlah Produk
Pengertian dari proses produksi adalah
sekumpulan tahapan dalam membuat bahan mentah menjadi jasa atau produk jadi.
Mengutip
dari Indeed, Proses produksi adalah metode penggunaan sumber daya
ekonomi, seperti tenaga kerja, peralatan modal atau tanah, untuk menyediakan
barang dan jasa kepada konsumen.
Jadi yang disebut sebagai
sebuah kegiatan proses produksi adalah sebuah kegiatan penggabungan berbagai
elemen produksi dalam satu kesatuan.
Dimana penggabungan ini sendiri
ditujukan untuk membuat sebuah produk yang menguntungkan dan membantu kebutuhan
konsumen nantinya.
Kegiatan pembuatan atau
penggabungan barang atau ornamen sifat ini sendiri tidak hanya merujuk pada
layanan produk.
Namun bisa juga merujuk pada
bisnis dalam bidang jasa yang juga bisa dimanfaatkan atau digunakan oleh konsumen
nantinya.
Proses produksian jasa atau
barang ini sendiri didalamnya melibatkan banyak bahan baku dan bahan
pembantu.
Adapun harus dari sebuah
produksi sendiri jika berbentuk barang maka memiliki masa fisik dan kimia serta
memiliki masa keawetannya yang dibatasi waktu.
Seperti misalnya produk
makanan, shampoo atau kecantikan yang memiliki masa kadaluarsa.
Hal ini berbeda jika merujuk
pada produksi dalam bidang jasa yang tidak memiliki pengikat secara fisik,
kimia dan masa kadaluarsa.
Tujuan Proses Produksi
Tujuan dari proses produksi adalah untuk menciptakan nilai
tambah pada produk atau layanan yang dihasilkan sehingga dapat memenuhi
kebutuhan pasar dan mencapai tujuan bisnis secara efisien.
Berikut adalah beberapa tujuan utama dari proses produksi:
1. Memenuhi Permintaan Konsumen
Dengan proses produksi yang terencana, perusahaan dapat
memastikan ketersediaan barang di pasar, menjaga kepuasan pelanggan, dan
mempertahankan loyalitas mereka.
2. Menciptakan Nilai Tambah pada
Produk
Nilai tambah ini memberikan keuntungan bagi perusahaan dan
memenuhi kebutuhan konsumen dengan cara yang lebih efektif.
3. Mengoptimalkan Efisiensi dan
Menurunkan Biaya Produksi
Dengan menekan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan waktu,
perusahaan dapat menghasilkan produk dengan biaya yang lebih rendah dan
meningkatkan margin keuntungan.
4. Mendukung Inovasi dan
Pengembangan Produk
Dengan teknologi dan metode produksi yang efisien,
perusahaan dapat mengembangkan produk baru yang sesuai dengan tren pasar dan
kebutuhan konsumen, serta meningkatkan daya saing di industri.
5. Meningkatkan Kualitas Produk
Tujuan penting lainnya dari kegiatan produksi adalah untuk
menghasilkan produk yang berkualitas dan konsisten
Yaitu kegiatan menentukan produk apa yang akan dibuat serta berapa banyak jumlah yang diproduksi.
๐ Hal yang perlu dipertimbangkan:
Kebutuhan pasar (tren & permintaan)
Target konsumen
Modal yang tersedia
Kapasitas produksi
๐งพ Contoh:
Produk: Keripik pisang coklat
Target: Siswa sekolah
Jumlah produksi: 50 bungkus/hari
๐ก Tips:
Mulai dari skala kecil (uji pasar)
Pilih produk yang mudah dibuat & bahan mudah didapat
B. Menetapkan Desain/Rancangan Produk
๐ Pengertian
Perencanaan bentuk, tampilan, dan fungsi produk sebelum dibuat.
๐จ Unsur desain:
Bentuk produk
Warna
Kemasan
Label/merk
๐งพ Contoh:
Produk: Keripik pisang
Kemasan: standing pouch
Label: “Crispy Banana Wonosobo”
Warna dominan: kuning & coklat
๐ก Tujuan desain:
Menarik perhatian konsumen
Meningkatkan nilai jual
Membedakan dari pesaing
C. Menyusun Proses Kerja Pembuatan Prototipe
๐ Pengertian
Prototipe adalah contoh produk awal sebelum diproduksi massal.
Langkah-langkah umum:
Persiapan alat & bahan
Proses pembuatan
Pengujian produk
Evaluasi & perbaikan
๐งพ Contoh Proses (Keripik Pisang):
Kupas pisang
Iris tipis
Goreng hingga kering
Tambahkan rasa coklat
Dinginkan & kemas
๐ก Tujuan prototipe:
Menguji kualitas produk
Mengetahui kekurangan
Memastikan produk layak jual
4. Menghitung Biaya Produksi
๐ Pengertian
Perhitungan semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk.
๐งฎ Rumus Dasar:
Biaya Produksi=Biaya Tetap+Biaya Variabel
๐ Jenis Biaya:
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya yang tidak berubah:
Sewa tempat
Peralatan
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya yang berubah sesuai jumlah produksi:
Bahan baku
Kemasan
Gas/listrik
๐งพ Contoh Perhitungan:
Produksi 50 bungkus keripik:
Pisang: Rp100.000
Minyak: Rp50.000
Kemasan: Rp50.000
➡️ Total biaya = Rp200.000
๐ Biaya per bungkus:
= 200.000 ÷ 50 = Rp4.000
๐ Harga jual (ambil untung):
= Rp6.000/bungkus
๐ Rangkuman
Rencana produksi penting untuk keberhasilan usaha
Harus melalui 4 tahap utama:
Menentukan produk & jumlah
Membuat desain
Menyusun proses kerja
Menghitung biaya
๐ง Latihan Soal
A. Pilihan Ganda
Prototipe adalah…
a. Produk gagal
b. Produk contoh awal
c. Produk mahal
d. Produk impor
Biaya bahan baku termasuk…
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya tambahan
d. Biaya promosi
B. Tugas Praktik
Buatlah rencana produksi sederhana:
Tentukan 1 produk
Buat desainnya
Susun langkah pembuatannya
Hitung biaya produksinya
Komentar
Posting Komentar