Langsung ke konten utama

Mengevaluasi Inovasi untuk Perbaikan Produk/Jasa

A. Pengertian Evaluasi Inovasi

Evaluasi inovasi adalah proses mengkaji, menilai, dan mengukur keberhasilan suatu inovasi yang telah diterapkan untuk mengetahui apakah inovasi tersebut telah mencapai tujuan yang diharapkan serta menentukan langkah perbaikannya.

Evaluasi dilakukan agar:

mengetahui keberhasilan inovasi;

menemukan kekurangan produk;

meningkatkan kepuasan pelanggan;

meningkatkan daya saing;

mengurangi risiko kegagalan.

D. Tujuan Evaluasi Inovasi

Evaluasi dilakukan untuk:

Mengetahui tingkat keberhasilan inovasi.

Mengidentifikasi kelemahan produk/jasa.

Mengetahui kebutuhan pelanggan.

Mengembangkan produk menjadi lebih baik.

Menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis.

Meningkatkan keuntungan perusahaan.

E. Manfaat Evaluasi Inovasi


Bagi perusahaan:


meningkatkan kualitas produk;

meningkatkan efisiensi produksi;

mengurangi biaya;

memperkuat daya saing;

meningkatkan loyalitas pelanggan.

Bagi konsumen:

memperoleh produk berkualitas;

harga lebih sesuai;

pelayanan lebih baik;

kebutuhan terpenuhi.

F. Aspek yang Dievaluasi

1. Kualitas Produk

Meliputi:

bahan baku

ketahanan produk

desain

fungsi

keamanan

Contoh:

Botol minum mudah bocor sehingga perlu menggunakan material yang lebih kuat.

2. Harga

Pertanyaan evaluasi:

Apakah harga sesuai kualitas?

Apakah harga kompetitif?

Apakah pelanggan bersedia membayar?

3. Desain

Meliputi:

bentuk

warna

ukuran

kemasan

estetika


Contoh:

Kemasan kopi dibuat lebih modern agar menarik generasi muda.

4. Fungsi

Produk harus benar-benar mampu menyelesaikan masalah konsumen.

Contoh:

Aplikasi kasir harus mudah digunakan oleh UMKM.


5. Pelayanan

Untuk produk jasa, yang dievaluasi antara lain:

keramahan

kecepatan pelayanan

ketepatan

komunikasi

kenyamanan

6. Kepuasan Pelanggan

Dapat diketahui melalui:

survei pelanggan

wawancara

ulasan online

media sosial

kotak saran

G. Indikator Keberhasilan Inovasi


Beberapa indikator yang dapat digunakan yaitu:

No Indikator Penjelasan

1 Penjualan meningkat Produk lebih diminati

2 Pelanggan puas Keluhan menurun

3 Laba meningkat Keuntungan bertambah

4 Pasar berkembang Pelanggan baru bertambah

5 Efisiensi meningkat Biaya produksi menurun

H. Metode Evaluasi Inovasi

1. Observasi

Mengamati penggunaan produk secara langsung.

Contoh:

Mengamati bagaimana pelanggan menggunakan mesin kasir.

2. Wawancara

Bertanya langsung kepada pelanggan.


Contoh pertanyaan:

Apa yang Anda sukai?

Apa yang perlu diperbaiki?

Apakah akan membeli kembali?

3. Kuesioner

Menggunakan angket untuk memperoleh data dari banyak responden.

Contoh penilaian:


kualitas produk

harga

desain

pelayanan

kepuasan

4. Focus Group Discussion (FGD)

Diskusi dengan beberapa pelanggan mengenai produk.


Tujuan:

memperoleh ide baru

mengetahui harapan pelanggan

5. Analisis Data Penjualan

Melihat:

jumlah penjualan

produk terlaris

tren penjualan

wilayah pemasaran

I. Langkah-langkah Evaluasi Inovasi

Langkah 1

Menentukan tujuan evaluasi.

Langkah 2


Menentukan aspek yang akan dinilai.

Langkah 3

Mengumpulkan data.

Langkah 4


Menganalisis hasil.

Langkah 5

Menentukan masalah.

Langkah 6

Menyusun solusi.


Langkah 7

Melakukan perbaikan produk.

Langkah 8

Mengevaluasi kembali hasil perbaikan.


J. Teknik Analisis SWOT


Evaluasi inovasi sering menggunakan analisis SWOT.

Strength Weakness

Kelebihan produk Kelemahan produk

Opportunity Threat

Peluang pasar Ancaman pesaing

Contoh:


Produk minuman herbal.

Strength:

bahan alami

rasa enak

Weakness:

masa simpan pendek

Opportunity:


tren hidup sehat

Threat:

banyak produk sejenis

K. Contoh Evaluasi Produk

Produk

Minuman Kopi Susu Literan


Hasil Evaluasi

Kelebihan

rasa enak

harga terjangkau

kemasan menarik

Kekurangan

cepat basi

sedotan mudah patah

tutup mudah bocor

Usulan Perbaikan

menggunakan botol lebih tebal

mengganti sedotan ramah lingkungan

memperbaiki sistem penutup

menambahkan varian rasa

L. Contoh Evaluasi Jasa

Jasa Cuci Motor

Masalah

antrean panjang

pelanggan bosan menunggu

pembayaran hanya tunai

Perbaikan

membuat sistem antrean digital

menyediakan ruang tunggu nyaman

menerima pembayaran QRIS

memberikan layanan reservasi online

M. Faktor Penyebab Inovasi Gagal

Tidak sesuai kebutuhan pasar.

Harga terlalu mahal.

Kualitas rendah.

Promosi kurang efektif.

Teknologi belum siap.

Pelayanan buruk.

Tidak ada evaluasi berkala.

N. Strategi Perbaikan Produk/Jasa

Strategi yang dapat dilakukan meliputi:

meningkatkan kualitas bahan;

memperbaiki desain produk;

menambah fitur baru;

meningkatkan kualitas pelayanan;

mempercepat proses produksi;

memanfaatkan teknologi digital;

memperkuat pemasaran melalui media sosial;

meningkatkan layanan purna jual.

O. Studi Kasus

Sebuah UMKM memproduksi keripik pisang dengan kemasan sederhana. Setelah enam bulan, penjualan menurun. Berdasarkan survei pelanggan diperoleh informasi bahwa rasa keripik sudah baik, tetapi kemasan kurang menarik dan tidak memiliki informasi nilai gizi.


Hasil Evaluasi

Kelebihan

Rasa enak.

Harga terjangkau.

Bahan baku berkualitas.

Kelemahan

Kemasan kurang menarik.

Tidak ada label informasi produk.

Tidak tersedia varian rasa.

Rekomendasi Perbaikan

Mendesain ulang kemasan agar lebih modern.

Menambahkan label komposisi, nilai gizi, dan tanggal kedaluwarsa.

Mengembangkan varian rasa (keju, balado, cokelat).

Memasarkan produk melalui media sosial dan marketplace

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB I PENJUALAN ANGSURAN

PENGERTIAN PENJUALAN ANGSURAN Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya  dilaksanakan secara bertahap. Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, pejual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan. Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran. Untuk menghindari resiko karena pembeli tidak membayar dan supaya penjual tidak mengalami kerugian, maka biasanya saat membeli ada beberapa perjanjian, antara lain: 1.      Pada saat membeli disertai dengan meninggalkan jaminan ke penjual. 2.      Hak kepemilikan barang berpindah ke pembeli, kalau pembayarannya sudah lunas. Untuk mengurangi kemungkinan kerugian yang terjadi dalam pemilikan kembali, factor-faktor yang harus diperhatikan penjual : 1.      Besarnya pembayaran pertama (down payment). 2.      Jangka waktu pembayaran.                      ...

Bab XII Penerapan Ilmu Ekonomi dalam Kegiatan Usaha

Menerapkan Ilmu Ekonomi dalam Kegiatan Usaha Prinsip Ekonomi Semua tindakan ekonomi, apakah itu menghasilkan barang (kegiatan produksi), menyalurkan barang kepada pihak yang membutuhkan (kegiatan distribusi), atau menggunakan barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan (kegiatan konsumsi), harus selalu didasarkan pada prinsip ekonomi. Masalah pokok yang dihadapi semua orang adalah kelangkaan alat pemuas kebutuhan dibandingkan kebutuhan yang tak terbatas. Oleh karena itu, manusia harus pandai-pandai menentukan kebutuhan mana yang harus dipenuhi lebih dahulu dengan alat pemuas yang tersedia. Agar dapat membuat pilihan terbaik, manusia harus memerhatikan prinsip ekonomi.  Prinsip ekonomi dapat dijabarkan sebagai berikut. Dengan pengorbanan tertentu, manusia akan berusaha untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya. Untuk memperoleh hasil tertentu, manusia akan berusaha untuk melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya. Semua tindakan ekonomi, apakah itu menghasilkan barang (kegiat...

Bab IV Asumsi, Prinsip dan Konsep Dasar Akuntansi

A.  Asumsi Dasar Akuntansi Dalam prakteknya akuntansi berjalan berdasarkan asumsi-asumsi, agar dapat lebih mudah diterima atau dilakukan. Adapun asumsi-asumsi dasar yang dipakai dalam dunia akuntansi adalah sebagai berikut: a. Kesatuan usaha khusus (Separate entity/Economic entity) Perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Maksudnya, walaupun perusahaan itu dimiliki oleh seseorang, tetap saja perusahaan itu dianggap sebagai sebuah badan yang terpisah dari pemiliknya. Seperti: terpisah kekayaannya dari kekayaan pemilik, terpisah utangnya dari utang pemilik. b. Kontinuitas usaha (Going concern/continuity) Suatu perusahaan itu akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi di masa yang akan datang. Penekanan dari konsep ini adalah terhadap anggapan bahwa akan tersedia cukup waktu bagi suatu perusahaan untuk menyelesaikan usaha, kontrak-kontrak dan perjanjian-perjanjian. c. Penggunaan unit moneter dalam pencat...