Langsung ke konten utama

Petty Cash


Petty Cash (Kas Kecil)

Pengertian Kas kecil

Kas kecil adalah dana yang digunakan untuk biaya operasional perusahaan maupun hal lainnya yang sifatnya mendadak dan jumlahnya tidak besar

Metode Pencatatan Kas Kecil

Metode dana tetap imprest Fund System 

metode ini membuat pembukuan kas kecil dalam jumlah rekening yang selalu tetap.  Pada metode dana tetap setiap terjadi pengeluaran kas kecil tidak di jurnal. 

Jurnal pencatatan kas kecil hanya dilakukan pada saat pembentukan kas kecil dan pengisian kembali kas kecil

Metode fluktuatif

Pada metode fluktuatif jumlah kas kecil selalu berubah-ubah setiap terjadi pengeluaran kas kecil akan selalu dicatat pada jurnal kas kecil



Berdasarkan bukti transaksi pada kolom keterangan disebutkan bahwa penggunaan kas kecil untuk pembuatan brosur perusahaan untuk keperluan iklan. 
Maka berdasarkan nama akun yang ada pada neraca saldo beban iklan atau Advertising S pen bertambah di sebelah debit kemudian kas kecilnya berkurang dicatat di sebelah kredit dengan jumlah masing-masing Rp 900.000

Contoh transaksi 2


Berdasarkan bukti transaksi tersebut penggunaan voucher kas kecil untuk pembelian perlengkapan toko

Perlengkapan toko bertambah di Jakarta sebelah debit kas kecil berkurang dicatat di sebelah kredit dengan jumlah 950.000 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB I PENJUALAN ANGSURAN

PENGERTIAN PENJUALAN ANGSURAN Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya  dilaksanakan secara bertahap. Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, pejual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan. Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran. Untuk menghindari resiko karena pembeli tidak membayar dan supaya penjual tidak mengalami kerugian, maka biasanya saat membeli ada beberapa perjanjian, antara lain: 1.      Pada saat membeli disertai dengan meninggalkan jaminan ke penjual. 2.      Hak kepemilikan barang berpindah ke pembeli, kalau pembayarannya sudah lunas. Untuk mengurangi kemungkinan kerugian yang terjadi dalam pemilikan kembali, factor-faktor yang harus diperhatikan penjual : 1.      Besarnya pembayaran pertama (down payment). 2.      Jangka waktu pembayaran.                      ...

Bab XII Penerapan Ilmu Ekonomi dalam Kegiatan Usaha

Menerapkan Ilmu Ekonomi dalam Kegiatan Usaha Prinsip Ekonomi Semua tindakan ekonomi, apakah itu menghasilkan barang (kegiatan produksi), menyalurkan barang kepada pihak yang membutuhkan (kegiatan distribusi), atau menggunakan barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan (kegiatan konsumsi), harus selalu didasarkan pada prinsip ekonomi. Masalah pokok yang dihadapi semua orang adalah kelangkaan alat pemuas kebutuhan dibandingkan kebutuhan yang tak terbatas. Oleh karena itu, manusia harus pandai-pandai menentukan kebutuhan mana yang harus dipenuhi lebih dahulu dengan alat pemuas yang tersedia. Agar dapat membuat pilihan terbaik, manusia harus memerhatikan prinsip ekonomi.  Prinsip ekonomi dapat dijabarkan sebagai berikut. Dengan pengorbanan tertentu, manusia akan berusaha untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya. Untuk memperoleh hasil tertentu, manusia akan berusaha untuk melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya. Semua tindakan ekonomi, apakah itu menghasilkan barang (kegiat...

Bab IV Asumsi, Prinsip dan Konsep Dasar Akuntansi

A.  Asumsi Dasar Akuntansi Dalam prakteknya akuntansi berjalan berdasarkan asumsi-asumsi, agar dapat lebih mudah diterima atau dilakukan. Adapun asumsi-asumsi dasar yang dipakai dalam dunia akuntansi adalah sebagai berikut: a. Kesatuan usaha khusus (Separate entity/Economic entity) Perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Maksudnya, walaupun perusahaan itu dimiliki oleh seseorang, tetap saja perusahaan itu dianggap sebagai sebuah badan yang terpisah dari pemiliknya. Seperti: terpisah kekayaannya dari kekayaan pemilik, terpisah utangnya dari utang pemilik. b. Kontinuitas usaha (Going concern/continuity) Suatu perusahaan itu akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi di masa yang akan datang. Penekanan dari konsep ini adalah terhadap anggapan bahwa akan tersedia cukup waktu bagi suatu perusahaan untuk menyelesaikan usaha, kontrak-kontrak dan perjanjian-perjanjian. c. Penggunaan unit moneter dalam pencat...